The 1st President of Indonesia once said…

Dalam hidup ini, bahagia tidaknya kita, kita sendiri yang akan menentukan.
Hanya karena kebodohan, kita dibayangi oleh rasa kekhawatiran dan
rasa takut yang sebenarnya tidak perlu ada.

Berhati lurus adalah menjaga hati dan pikiran
agar tidak mudah goyah oleh godaan.
Bagi yang berkepribadian lemah dan berjiwa rapuh
akan mudah tergoda pada kesenangan duniawi.

Mata kita hanya melihat benda-benda yang indah,
telinga kita hanya akan mendengar suara yang merdu,
dan lidah hanya mau mencicipi makanan yang lezat.
Tubuh menjadi manja, dan pikiran mengembara kemana-mana
tanpa dapat dikendalikan.

Orang bijak mengatakan bahwa perang yang tidak ada habisnya
adalah perang melawan diri sendiri.
Musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah diri sendiri.

Hati yang bercabang ibarat kuda yang lepas dari kendali.
Karena itu kita harus menjaga keseimbangan hati dan pikiran kita.
Hindari pikiran yang menyesatkan,
karena nantinya akan menimbulkan malapetaka bagi diri sendiri,
Bila kita ingin menuai benih kebahagiaan, taburlah benih kebaikan.
Kita mulai dengan menanam bibit-bibit kebaikan,
mencabut rumput-rumput ketamakan, kebencian, iri hati,
mengairinya dengan ketabahan dan kemurahan hati,
serta menyuburkannya dengan memberi pupuk perilaku yang berbudi.
Dengan begitu,
sudah sepantasnya kita menikmati hasil panen yang memuaskan.
Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut
untuk berbuat suatu kebaikan,
maka jaminan bagi orang tersebut adalah
tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.


Mengalahkan Diri Sendiri - Bung Karno

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s